Universitas Muhammadiyah Kendari Wujudkan Transformasi Kampus dengan Pembangunan Infrastruktur Komprehensif
Kendari — Universitas Muhammadiyah Kendari (Unmuh Kendari) mengumumkan peluncuran program pembangunan fasilitas dan infrastruktur kampus yang komprehensif pada hari Rabu, 9 April 2026. Program transformasi fisik kampus ini merupakan komitmen nyata institusi dalam meningkatkan kualitas sarana akademik dan mendukung pengalaman belajar mahasiswa yang optimal.
Dengan alokasi dana sebesar Rp 45 miliar, Universitas Muhammadiyah Kendari akan mengerjakan serangkaian proyek pembangunan yang meliputi renovasi gedung akademik, pembangunan fasilitas digital, peningkatan sistem utilitas, dan pengembangan ruang publik. Peluncuran program ini dilakukan secara resmi oleh pimpinan universitas di depan civitas akademika, dosen, pegawai, dan perwakilan mahasiswa di kampus utama Jalan Sultan Qaimuddin, Kendari.
Latar Belakang dan Visi Pembangunan
Universitas Muhammadiyah Kendari, yang berdiri sejak 1981, telah menjadi salah satu institusi pendidikan tinggi swasta terkemuka di Sulawesi Tenggara. Dengan jumlah mahasiswa mencapai 8.500 orang yang tersebar di berbagai program studi, universitas ini terus mengalami pertumbuhan signifikan. Namun, pertumbuhan jumlah mahasiswa ini membuat pressure pada fasilitas dan infrastruktur kampus yang ada.
Menurut catatan administrasi kampus, beberapa bangunan akademik Unmuh Kendari telah beroperasi selama lebih dari 20 tahun dan memerlukan renovasi menyeluruh. Selain itu, kebutuhan akan fasilitas pembelajaran berbasis teknologi digital semakin meningkat, terutama mengingat era transformasi digital dalam pendidikan tinggi.
“Kami memahami bahwa infrastruktur kampus yang baik adalah investasi untuk masa depan pendidikan berkualitas,” ujar Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Ansari Saleh, M.Si., dalam konferensi pers yang digelar di Aula Utama Kampus Unmuh Kendari.
Prof. Ansari Saleh menambahkan bahwa program ini merupakan hasil dari evaluasi mendalam terhadap kebutuhan akademik dan operasional kampus. “Kami telah melakukan survey dan analisis kebutuhan selama dua tahun terakhir. Hasilnya, kami mengidentifikasi lima area utama yang memerlukan investasi infrastruktur signifikan,” jelasnya lebih lanjut.
Rincian Program Pembangunan Infrastruktur
Program pembangunan infrastruktur Universitas Muhammadiyah Kendari mencakup lima komponen utama yang akan dikerjakan secara bertahap selama 24 bulan ke depan.
Pertama, pembangunan Gedung Pusat Pembelajaran Terpadu senilai Rp 18 miliar. Gedung seluas 4.500 meter persegi ini akan dilengkapi dengan ruang kuliah interaktif, laboratorium komputer, perpustakaan digital, dan ruang kolaborasi mahasiswa. Menurut rencana, gedung ini akan menampung 1.500 mahasiswa per hari dan menjadi pusat aktivitas akademik kampus.
“Gedung ini dirancang dengan konsep learning commons yang memungkinkan mahasiswa belajar dalam berbagai format, mulai dari pembelajaran klasikal, seminar, hingga studi individual,” kata Dr. Ir. Bambang Suryanto, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unmuh Kendari.
Kedua, peningkatan dan renovasi fasilitas laboratoria sains senilai Rp 12 miliar. Program ini mencakup modernisasi laboratorium Biologi, Kimia, Fisika, dan Bioteknologi dengan peralatan dan instrumen terkini. Renovasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa mahasiswa program studi sains memiliki akses ke fasilitas kelas dunia.
Ketiga, pembangunan infrastruktur digital senilai Rp 8 miliar, meliputi perluasan jaringan Wi-Fi berkecepatan tinggi ke seluruh area kampus, pembangunan server room berstandar internasional, dan sistem keamanan cyber terpadu. Infrastruktur digital ini akan mendukung pembelajaran hybrid dan meningkatkan aksesibilitas akademik.
Keempat, pembangunan Gedung Unit Media dan Tama senilai Rp 5 miliar. Unit Media merupakan bagian penting dari ekosistem kampus yang mengelola media kampus, publikasi akademik, dan literasi media mahasiswa. Sementara itu, Tama (Teater Akademik Mahasiswa) adalah fasilitas untuk mengembangkan bakat seni dan budaya mahasiswa. Gedung baru ini akan menjadi pusat kreativitas dan inovasi mahasiswa di bidang media dan seni.
“Unit Media dan Tama adalah jantung dari soft power kampus. Dengan fasilitas yang lebih baik, kami yakin dapat melahirkan jurnalis, sinematografer, dan seniman yang berkualitas,” kata Muhammad Ridho, Kepala Unit Media Unmuh Kendari.
Kelima, peningkatan sistem utilitas dan fasilitas umum senilai Rp 2 miliar. Ini termasuk perbaikan sistem distribusi air bersih, pembangunan sistem pengelolaan limbah yang ramah lingkungan, perbaikan jalan dan pedestrian di dalam kampus, serta peningkatan sistem parkir yang teratur.
Metode Pelaksanaan dan Timeline
Universitas Muhammadiyah Kendari telah mengidentifikasi tiga kontraktor utama yang akan menangani proyek-proyek ini. Semua kontraktor telah melalui proses seleksi yang ketat sesuai dengan standar procurement universitas dan regulasi pemerintah.
Program pembangunan akan dilaksanakan secara bertahap untuk meminimalkan gangguan terhadap aktivitas akademik. “Kami telah merancang timeline yang cermat sehingga tidak ada satupun ruang kelas atau fasilitas akademik yang ditutup sepenuhnya selama proses konstruksi,” jelas Ir. Sutrisno, Direktur Fasilitas dan Infrastruktur Unmuh Kendari.
Fase pertama (April-September 2026) akan fokus pada pembangunan Gedung Pusat Pembelajaran Terpadu dan persiapan lokasi Gedung Unit Media dan Tama. Fase kedua (Oktober 2026-Maret 2027) akan melanjutkan konstruksi Unit Media dan Tama serta modernisasi laboratorium sains. Fase ketiga (April-Mei 2027) akan menyelesaikan semua proyek dan melakukan finishing.
Untuk memastikan transparansi, universitas telah membentuk Panitia Pengawas Infrastruktur yang terdiri dari perwakilan akademisi, mahasiswa, dan stakeholder eksternal. Panitia ini akan melakukan monitoring bulanan dan laporan progres akan dipublikasikan di website universitas.
Harapan dan Dampak Pembangunan
Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Administrasi, Dr. H. Sudarsono, M.Si., menegaskan bahwa program ini merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan daya saing universitas. “Universitas Muhammadiyah Kendari ingin bukan hanya memberikan pendidikan berkualitas, tetapi juga lingkungan belajar yang kondusif dan inspiratif,” ujarnya.
Menurut proyeksi universitas, pembangunan infrastruktur ini diharapkan dapat meningkatkan indeks kepuasan mahasiswa terhadap fasilitas kampus minimal 35 persen. Selain itu, dengan fasilitas yang lebih baik, universitas berharap dapat menarik mahasiswa berprestasi dari berbagai daerah di Indonesia Timur.
Ketua Senat Mahasiswa Unmuh Kendari, Alief Hidayat, mengapresiasi inisiatif universitas ini. “Sebagai perwakilan mahasiswa, kami sangat antusias dengan program pembangunan ini. Khususnya Gedung Unit Media dan Tama yang akan memberikan ruang lebih bagi kami untuk berkreasi dan berinovasi,” kata Alief dalam wawancara tersendiri.
Komitmen Terhadap Keberlanjutan
Dalam pelaksanaan program pembangunan, Universitas Muhammadiyah Kendari juga berkomitmen terhadap prinsip-prinsip keberlanjutan lingkungan. Semua bangunan baru dirancang dengan standar green building yang mempertimbangkan efisiensi energi, penggunaan material ramah lingkungan, dan pengelolaan air yang optimal.
“Kami ingin membangun kampus yang tidak hanya modern secara fisik, tetapi juga berkelanjutan secara lingkungan. Ini sejalan dengan misi Muhammadiyah dalam menjaga kearifan lokal dan keberlanjutan alam,” kata Dr. Ir. Hardiansyah, Kepala Divisi Perencanaan Akademik Unmuh Kendari.
Selain itu, universitas juga mengutamakan penggunaan tenaga kerja lokal dan material lokal dalam proses konstruksi, sebagai bentuk komitmen terhadap pembangunan ekonomi lokal di Kendari.
Penutup
Peluncuran program pembangunan infrastruktur senilai Rp 45 miliar ini menandai era baru bagi Universitas Muhammadiyah Kendari. Dengan komitmen untuk terus berkembang dan beradaptasi dengan perkembangan zaman, universitas ini siap menjadi institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki fasilitas dan infrastruktur berkelas dunia.
Para pemimpin universitas menekankan bahwa kesuksesan program ini bergantung pada kolaborasi seluruh stakeholder, mulai dari pimpinan universitas, dosen, karyawan, mahasiswa, hingga masyarakat luas. Dengan dedikasi dan kerja sama yang solid, Universitas Muhammadiyah Kendari yakin dapat mewujudkan visinya menjadi universitas pilihan di Sulawesi Tenggara.
Program pembangunan ini diharapkan selesai pada Mei 2027, tepat bersamaan dengan persiapan dies natalis universitas di tahun 2027 yang akan menjadi momentum perayaan pencapaian infrastruktur baru sekaligus komitmen jangka panjang universitas terhadap pendidikan berkualitas.
—
Artikel ini diterbitkan pada 9 April 2026. Untuk informasi lebih lanjut terkait program pembangunan infrastruktur Universitas Muhammadiyah Kendari, dapat menghubungi Humas Unmuh Kendari di (0401) 324-5678 atau kunjungi website resmi universitas di www.unmuhkendari.ac.id