KENDARI — Universitas Muhammadiyah Kendari kembali membuktikan komitmennya dalam menghasilkan mahasiswa berkualitas tinggi. Pada Selasa, 17 April 2026, kampus yang terletak di jantung kota Kendari ini merayakan pencapaian luar biasa ketika tiga mahasiswanya berhasil meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Inovasi Teknologi Nasional (KITN) 2026 yang diselenggarakan di Jakarta.
Prestasi gemilang tersebut diraih oleh tim yang terdiri dari Risma Putri Wijaya (24 tahun), mahasiswi Program Studi Teknik Informatika semester 8; Muhamad Rifqi Pratama (23 tahun), mahasiswa Teknik Industri semester 7; dan Dinda Nur Cahyani (22 tahun), mahasiswi Sistem Informasi semester 6. Ketiga mahasiswa ini berhasil mengalahkan puluhan tim dari universitas ternama se-Indonesia dengan proyek inovatif mereka berjudul “SmartAgri: Platform Digital Manajemen Pertanian Berbasis Internet of Things untuk Petani Kecil Menengah.”
Prestasi ini menjadi yang terbesar dalam sejarah Universitas Muhammadiyah Kendari dan membuktikan bahwa institusi pendidikan di Sulawesi Tenggara ini mampu bersaing di tingkat nasional. Kompetisi yang diikuti oleh 127 tim dari 85 universitas di seluruh Indonesia ini menghadirkan para juri berpengalaman dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, serta perwakilan dari perusahaan teknologi terkemuka.
Latar Belakang Perjalanan Tim
Perjalanan tim Unismuh Kendari menuju puncak prestasi ini dimulai pada bulan Oktober 2025 ketika mereka mengikuti workshop inovasi yang diselenggarakan oleh Unit Media dan Tama (Unit Mahasiswa Media dan Teknologi Aplikasi) kampus. Unit yang dipimpin oleh Ketua Umum Faisal Aditya Rahman ini memiliki fokus khusus dalam mengembangkan potensi mahasiswa di bidang teknologi dan inovasi digital.
“Kami melihat adanya potensi besar dalam diri ketiga mahasiswa ini. Mereka memiliki passion yang tinggi dalam mengembangkan solusi teknologi yang tidak hanya inovatif tetapi juga memberikan dampak sosial positif,” ujar Faisal Aditya Rahman dalam wawancara eksklusif dengan media kampus pada Rabu, 18 April 2026.
Ide awal dari proyek SmartAgri muncul ketika Risma Putri Wijaya mengunjungi desa tempat tinggal kakeknya di Sulawesi Tenggara. Ia melihat langsung tantangan yang dihadapi oleh petani kecil menengah dalam mengelola hasil pertanian mereka. Kurangnya akses terhadap teknologi modern dan informasi pasar yang akurat menyebabkan banyak petani mengalami kerugian ekonomi yang signifikan.
“Saya melihat kakek saya dan para petani lain masih menggunakan cara-cara tradisional dalam mengelola pertanian. Mereka tidak memiliki akses informasi real-time tentang kondisi cuaca, kualitas tanah, atau harga pasar,” cerita Risma ketika berbicara dalam konferensi pers kampus yang digelar di Aula Utama Unismuh Kendari pada Jumat, 18 April 2026.
Setelah membagikan ide tersebut kepada Rifqi dan Dinda, mereka segera membentuk tim yang kemudian dinamai “TechInnovate Squad.” Bimbingan intensif diberikan oleh dosen pendamping mereka, Dr. Ir. Sugeng Priyanto, M.T., yang merupakan pakar di bidang Teknik Informatika dan Internet of Things.
“Ketiga mahasiswa ini menunjukkan dedikasi yang luar biasa. Mereka melakukan riset pasar yang mendalam, melakukan survei langsung ke lapangan, dan mengembangkan prototype selama berbulan-bulan,” ungkap Dr. Sugeng Priyanto, yang juga menjadi pembimbing utama dalam pengembangan proyek ini.
Karya Inovatif yang Mengubah Paradigma
Platform SmartAgri dirancang dengan teknologi Internet of Things (IoT) yang menghubungkan sensor-sensor di ladang petani dengan aplikasi mobile dan web yang user-friendly. Sistem ini mampu memantau berbagai parameter penting secara real-time, mulai dari kelembaban tanah, suhu udara, intensitas cahaya matahari, hingga tingkat nutrisi dalam tanah.
Inovasi yang paling menonjol dari platform ini adalah fitur analitik prediktif yang menggunakan algoritma machine learning. Fitur ini dapat memprediksi hasil panen, mengidentifikasi potensi penyakit tanaman sebelum terjadi, dan memberikan rekomendasi pengelolaan pertanian yang dipersonalisasi untuk setiap petani individual.
“Apa yang membedakan SmartAgri dari kompetitor adalah fokusnya pada aksesibilitas. Platform kami dirancang tidak hanya untuk petani yang tech-savvy, tetapi juga untuk petani berusia lanjut yang mungkin tidak terbiasa dengan teknologi digital. Interface-nya sederhana namun powerful,” jelas Muhamad Rifqi Pratama dengan antusiasme tinggi.
Dinda Nur Cahyani menambahkan bahwa sistem ini juga terintegrasi dengan marketplace lokal yang membantu petani menjual hasil panen mereka dengan harga yang lebih kompetitif. “Kami tidak hanya memberikan solusi produksi, tetapi juga solusi pemasaran. Petani bisa langsung terhubung dengan pembeli potensial tanpa harus melalui tengkulak,” jelasnya.
Dalam kompetisi nasional, tim dari Unismuh Kendari ini harus melalui beberapa tahap seleksi yang ketat. Tahap pertama adalah penyerahan proposal tertulis, dilanjutkan dengan presentasi video, dan akhirnya presentasi langsung di depan juri. Dalam setiap tahap, mereka berhasil melampaui ekspektasi dan menunjukkan pemahaman mendalam tentang permasalahan yang mereka coba selesaikan.
Apresiasi dari Pimpinan Kampus
Pencapaian mahasiswa ini mendapat apresiasi tinggi dari pimpinan Universitas Muhammadiyah Kendari. Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Saleh Haji, M.S., dalam siaran pers resmi menyatakan kebanggaannya atas prestasi tersebut.
“Prestasi yang diraih oleh Risma, Rifqi, dan Dinda adalah bukti nyata dari komitmen Universitas Muhammadiyah Kendari dalam mengembangkan ekosistem inovasi yang kuat. Mereka telah membuktikan bahwa mahasiswa dari universitas kami tidak kalah kompetitif dengan mahasiswa dari universitas ternama lainnya,” ujar Prof. Saleh Haji dalam pidatonya pada acara penghargaan di kampus pada Sabtu, 19 April 2026.
Prof. Saleh Haji juga menyampaikan bahwa pihak universitas akan terus mendukung pengembangan ekosistem inovasi melalui peningkatan fasilitas laboratorium, peningkatan program mentoring, dan alokasi dana khusus untuk penelitian dan pengembangan mahasiswa.
Sedangkan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr. H. Bambang Sutrisno, M.Pd., menekankan pentingnya unit seperti Unit Media dan Tama dalam mendorong mahasiswa untuk berinovasi.
“Unit Media dan Tama telah memainkan peran strategis dalam mengidentifikasi talenta-talenta mahasiswa kami yang berbakat dan memberikan mereka wadah untuk mengembangkan potensi mereka. Saya berharap unit ini terus berkembang dan melahirkan lebih banyak inovator muda dari Unismuh Kendari,” katanya dengan semangat.
Dampak dan Prospek Pengembangan
Keberhasilan tim ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi kampus, tetapi juga membuka peluang bisnis yang signifikan. Beberapa perusahaan teknologi telah menunjukkan minat untuk menginvestasikan dana dalam pengembangan lebih lanjut dari platform SmartAgri ini. Bahkan, ada pembicaraan awal dengan investor lokal dari Sulawesi Tenggara untuk menciptakan startup yang akan membawa produk ini ke pasar.
“Kami sedang dalam tahap negosiasi dengan beberapa pihak untuk komersialsi platform SmartAgri. Targetnya adalah dalam enam bulan ke depan, platform ini sudah bisa diuji coba di sejumlah desa pilihan di Sulawesi Tenggara,” ungkap Risma Putri Wijaya penuh optimisme.
Dari perspektif akademis, prestasi ini juga memberikan dampak positif bagi pengembangan kurikulum di Universitas Muhammadiyah Kendari. Pihak kampus berencana untuk mengintegrasikan pembelajaran berbasis inovasi dan entrepreneurship ke dalam kurikulum semua program studi.
Dr. Sugeng Priyanto mengungkapkan bahwa kesuksesan tim ini menunjukkan pentingnya pembelajaran yang berbasis pada permasalahan nyata masyarakat. “Mahasiswa belajar tidak hanya dari teori di kelas, tetapi juga dari interaksi langsung dengan masyarakat. Ini adalah model pembelajaran yang sangat efektif untuk menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat,” jelasnya.
Pesan untuk Mahasiswa Lainnya
Ketiga mahasiswa yang telah meraih prestasi ini juga menyampaikan pesan inspiratif bagi mahasiswa-mahasiswa lainnya di Universitas Muhammadiyah Kendari. Mereka menekankan bahwa prestasi tingkat nasional bukan sesuatu yang mustahil untuk dicapai, asalkan ada dedikasi, kerja keras, dan dukungan dari lingkungan sekitar.
“Saya ingin mengatakan kepada semua mahasiswa di Unismuh Kendari bahwa kalian memiliki potensi yang sama dengan mahasiswa dari universitas manapun. Yang membedakan adalah komitmen dan konsistensi dalam mengembangkan potensi tersebut. Jangan takut untuk bermimpi besar dan ambil tindakan nyata untuk mewujudkan mimpi itu,” pesan Muhamad Rifqi Pratama.
Sementara itu, Dinda Nur Cahyani menekankan pentingnya kolaborasi dan teamwork dalam mencapai suatu tujuan besar. “Kesuksesan kami bukan kesuksesan individual, tetapi kesuksesan tim. Kami saling melengkapi, saling mendukung, dan saling belajar dari satu sama lain. Saya mendorong semua mahasiswa untuk membentuk tim-tim yang solid dan bekerja sama dalam mengejar prestasi,” katanya.
Penutup
Prestasi yang diraih oleh Risma Putri Wijaya, Muhamad Rifqi Pratama, dan Dinda Nur Cahyani merupakan momentum penting bagi Universitas Muhammadiyah Kendari untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian. Pencapaian ini juga menunjukkan bahwa universitas-universitas di daerah tidak selalu tertinggal dalam hal inovasi dan prestasi mahasiswa.
Dengan dukungan yang terus diberikan oleh kampus, Unit Media dan Tama, para dosen pembimbing, dan seluruh komponen universitas, tidak ada alasan bagi Unismuh Kendari untuk tidak terus melahirkan mahasiswa-mahasiswa berprestasi tingkat nasional dan internasional di masa depan.
Semoga prestasi ini menjadi awal dari banyak pencapaian gemilang berikutnya bagi Universitas Muhammadiyah Kendari, dan semoga inovasi SmartAgri ini benar-benar dapat memberikan manfaat nyata bagi ribuan petani kecil menengah di Sulawesi Tenggara dan Indonesia pada umumnya.
—
INFORMASI TAMBAHAN:
– Kompetisi Inovasi Teknologi Nasional (KITN) 2026 diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi
– Acara perayaan prestasi diadakan di Aula Utama Universitas Muhammadiyah Kendari dengan dihadiri seluruh komponen civitas akademika
– Platform SmartAgri sudah siap untuk fase pengujian lapangan di awal kuartal ketiga 2026