KENDARI — Universitas Muhammadiyah Kendari melalui Unit Media dan TAMA (Tata Kelola Akademik dan Media) menyelenggarakan serangkaian acara akademik bergengsi pada Senin, 7 April 2026. Kegiatan yang berlangsung sepanjang hari ini menampilkan seminar nasional, webinar interaktif, dan kuliah umum yang menghadirkan berbagai pembicara profesional di bidang jurnalisme digital, literasi media, dan komunikasi modern.
Acara akademik yang digelar di Auditorium Utama Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari ini merupakan bagian dari program pengembangan kompetensi mahasiswa dan penguatan ekosistem media kampus. Dengan menghadirkan lebih dari 500 peserta dari berbagai universitas di Sulawesi Tenggara, acara ini menunjukkan komitmen universitas dalam mencetak generasi jurnalis yang kompeten dan etis.
Latar Belakang dan Signifikansi Acara
Penyelenggaraan seminar, webinar, dan kuliah umum ini tidak terlepas dari kebutuhan mendesak akan pemahaman yang lebih mendalam tentang lanskap jurnalisme kontemporer. Dalam era digital yang terus berkembang pesat, profesi jurnalis menghadapi tantangan dan peluang yang semakin kompleks. Mahasiswa sebagai generasi penerus perlu mempersiapkan diri dengan wawasan yang luas dan keterampilan yang relevan dengan industri media masa kini.
Unit Media dan TAMA Universitas Muhammadiyah Kendari telah berinisiatif untuk menjadi pusat pembelajaran dan diskusi tentang isu-isu terkini dalam dunia jurnalisme dan media. Pemilihan tanggal 7 April 2026 tidak secara kebetulan, mengingat bulan April diperingati sebagai Bulan Pers Indonesia, momen yang tepat untuk mengangkat kesadaran tentang peran pentingnya media dalam masyarakat demokratis.
Menurut data yang dihimpun dari panitia, antusiasme peserta sangat tinggi. Pendaftaran awal sudah melampaui target awal sebesar 300 orang, mencapai angka 520 peserta yang berasal dari program studi Ilmu Komunikasi, Jurnalistik, Humas, serta peminat media lainnya dari berbagai institusi pendidikan di kawasan Sulawesi Tenggara.
Rangkaian Acara dan Pembicara Undangan
Seminar nasional bertajuk “Jurnalisme Digital di Era Misinformasi: Strategi, Etika, dan Tantangan Profesional” dimulai pukul 09.00 pagi dengan sambutan pembukaan dari Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Muh. Tahir Hidayat, M.Si. Acara ini menghadirkan sejumlah pembicara utama yang merupakan praktisi dan akademisi berpengalaman di bidangnya.
Pembicara pertama adalah Drs. Bambang Sutrisno, M.Sc., yang merupakan redaktur pelaksana salah satu media massa nasional terkemuka berbasis di Jakarta. Dalam sesinya yang dimulai pukul 09.45, Bambang Sutrisno membahas tren terkini dalam pengelolaan redaksi digital dan strategi adaptasi media tradisional di era konvergensial.
“Jurnalisme digital bukan sekadar memindahkan konten cetak ke platform online. Ini adalah perubahan paradigma dalam cara kami menemukan cerita, memverifikasi fakta, dan berinteraksi dengan pembaca,” ujar Bambang Sutrisno dalam presentasinya yang didominasi studi kasus nyata dari media tempat dia bekerja.
Pembicara kedua, Dr. Siti Nurhaliza, Ph.D., adalah dosen senior dari Universitas Airlangga Surabaya yang mengkhususkan diri pada literasi media dan studi penerangan publik. Dalam sesi pukul 11.00, Dr. Siti membahas fenomena misinformasi dan strategi verifikasi konten yang dapat diterapkan oleh jurnalis muda. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi interaktif yang berlangsung selama sesi tanya jawab.
“Literasi media bukan hanya tanggung jawab jurnalis, tetapi juga pembaca. Namun, jurnalis memiliki peran krusial dalam menjadi gatekeeper informasi yang dapat dipercaya,” katanya sambil menampilkan berbagai contoh kasus misinformasi yang viral di media sosial.
Sesi ketiga pada pukul 13.00 setelah istirahat makan siang menghadirkan Hendra Kusuma, S.E., M.B.A., yang merupakan praktisi digital marketing dan analytics media. Hendra memfokuskan presentasinya pada aspek bisnis jurnalisme digital, termasuk strategi monetisasi konten, audience development, dan penggunaan data analytics dalam newsroom modern.
Webinar Interaktif dan Workshop
Selanjutnya, acara berlanjut dengan webinar interaktif berjudul “Fact-Checking dan Verifikasi Konten di Media Sosial” pukul 14.30. Webinar ini menampilkan Ani Widyanto, seorang verifikator konten profesional yang pernah menangani ribuan claim untuk platform fact-checking nasional. Melalui platform Zoom yang terhubung dengan layar besar di auditorium, Ani memberikan demonstrasi langsung teknik verifikasi menggunakan berbagai tools dan platform.
Peserta dapat berinteraksi secara real-time dengan Ani, mengajukan pertanyaan spesifik tentang cara mengidentifikasi deepfake, membedakan sumber terpercaya dari sumber abal-abal, dan protokol standar dalam melaporkan konten yang meragukan. Interaktivitas webinar ini mendapat respons sangat positif, dengan ratusan pertanyaan yang masuk melalui kolom chat.
Menjelang sore, pukul 16.00, acara memasuki kuliah umum dengan narasumber inspiratif yaitu Chairil Anwar Pohan, seorang editor senior yang juga adalah penulis buku “Jurnalisme di Zona Kelam” yang best-seller. Chairil berbagi pengalamannya mengelola tim jurnalisme investigasi di daerah-daerah dengan kondisi keamanan yang menantang, serta bagaimana etika jurnalisme harus tetap tegak meskipun dalam situasi kritis.
“Jurnalis bukanlah pahlawan, tetapi jurnalis adalah profesi yang memerlukan keberanian untuk berbicara kebenaran. Di Sulawesi Tenggara sendiri, saya pernah menyaksikan bagaimana media lokal bermain peran penting dalam proses rekonsiliasi dan pemulihan pasca-konflik,” ujar Chairil dengan nada yang penuh penghayatan.
Respons dan Harapan dari Pimpinan Universitas
Dalam wawancara eksklusif setelah sesi seminar pagi, Ketua Unit Media dan TAMA Universitas Muhammadiyah Kendari, Drs. Imam Fauzi, M.Comm., mengungkapkan kebanggaan atas suksesnya acara ini.
“Kami percaya bahwa kampus harus menjadi tempat di mana ide-ide cemerlang bertumbuh dan berkembang. Seminar dan webinar seperti ini adalah medium untuk menghubungkan mahasiswa dengan praktisi industri yang sesungguhnya. Feedback yang kami terima dari peserta sangat positif, banyak yang mengatakan bahwa acara ini membuka perspektif baru tentang profesi jurnalisme,” kata Imam Fauzi.
Lebih lanjut, Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Muh. Tahir Hidayat, M.Si., dalam sambutannya menegaskan komitmen universitas dalam mengembangkan program studi komunikasi dan jurnalisme yang berkualitas global.
“Universitas Muhammadiyah Kendari memiliki visi untuk menjadi universitas yang responsif terhadap kebutuhan industri dan masyarakat. Acara hari ini adalah manifestasi nyata dari visi tersebut. Kami tidak hanya mengajarkan teori jurnalisme, tetapi juga memfasilitasi pembelajaran langsung dari para profesional yang sedang berada di garis depan industri media,” tegas Prof. Tahir dalam sambutannya yang penuh penekanan.
Dampak dan Ekspektasi ke Depan
Penyelenggaraan acara akademik skala nasional ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap pengembangan kualitas mahasiswa dan program studi di Universitas Muhammadiyah Kendari. Salah seorang peserta, Siska Ramadhani, mahasiswa semester enam Prodi Ilmu Komunikasi, mengungkapkan bahwa acara ini sangat bermanfaat bagi pengembangan karir dan pemahaman profesionalnya.
“Saya sangat terkesan dengan pemaparan tentang strategi fact-checking dan etika jurnalisme. Saya jadi lebih yakin bahwa pilihan saya menjadi jurnalis adalah keputusan yang tepat, meskipun tantangannya berat. Pembicara-pembicara hari ini menunjukkan bahwa ada banyak cara untuk berkontribusi dalam jurnalisme, tidak hanya sebagai reporter, tetapi juga sebagai editor, verifikator, atau bahkan entrepreneur media,” ungkap Siska antusias.
Unit Media dan TAMA juga mengumumkan rencana untuk menyelenggarakan serangkaian acara serupa secara berkala. Menurut Imam Fauzi, ada diskusi untuk menggelar webinar bulanan dengan topik-topik spesifik dan mengundang pembicara dari berbagai latar belakang media, mulai dari media mainstream, media digital native, hingga media komunitas.
Selain itu, universitas juga sedang merumuskan program kerjasama dengan media massa nasional dan lokal untuk memberikan kesempatan magang dan beasiswa kepada mahasiswa berprestasi. Program mentoring berkelanjutan juga menjadi bagian dari inisiatif untuk mengembangkan talenta jurnalis muda.
Penutup
Seminar nasional, webinar, dan kuliah umum yang diselenggarakan oleh Unit Media dan TAMA Universitas Muhammadiyah Kendari pada 7 April 2026 telah memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan wawasan akademis dan profesional mahasiswa. Acara yang berlangsung penuh dengan antusiasme dan engagement tinggi ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan pembelajaran yang relevan dengan industri sangat besar di kalangan generasi muda.
Dengan terus menyelenggarakan acara-acara berkualitas semacam ini, Universitas Muhammadiyah Kendari membuktikan komitmennya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya mengutamakan transfer ilmu tetapi juga pembentukan karakter dan kompetensi profesional yang sejalan dengan kebutuhan pasar kerja. Diharapkan, mahasiswa yang telah mengikuti acara ini dapat menjadi jurnalis dan komunikator yang etis, kompeten, dan berkontribusi positif bagi masa depan industri media Indonesia.
Acara ini juga merefleksikan pentingnya peran kampus sebagai jembatan antara dunia akademis dan dunia industri. Dengan sinergitas yang kuat antara universitas, industri media, dan komunitas akademis lainnya, generasi jurnalis Indonesia masa depan akan siap menghadapi tantangan dan peluang di era digital yang terus berkembang.
(Reporter: Redaksi Unit Media Universitas Muhammadiyah Kendari)