Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya Unit Media dan Tama, menggelar Festival Seni dan Olahraga Mahasiswa 2026 yang meriah pada akhir pekan ini. Acara yang berlangsung selama tiga hari, dari 29 hingga 31 Maret 2026, menampilkan berbagai pertandingan olahraga dan pameran seni budaya yang memukau, melibatkan ratusan mahasiswa dari berbagai program studi.
Terselenggaranya festival tersebut merupakan bagian dari komitmen Universitas Muhammadiyah Kendari dalam mengembangkan potensi mahasiswa di luar akademis. Event ini juga menjadi momentum penting bagi Unit Media dan Tama untuk menunjukkan dedikasi dalam membina generasi muda yang tidak hanya unggul dalam hal pengetahuan, tetapi juga memiliki keterampilan seni dan olahraga yang kompetitif.
Antusiasme Mahasiswa Menciptakan Suasana Meriah
Lapangan olahraga Universitas Muhammadiyah Kendari yang terletak di pusat kampus menjadi epicenter kegembiraan mahasiswa selama tiga hari berturut-turut. Dengan berbagai cabang olahraga yang dipertandingkan mulai dari sepak bola, bola voli, bulu tangkis, hingga atletik, setiap sudut lapangan dipenuhi oleh mahasiswa yang antusias menonton atau menyaksikan pertandingan mereka.
“Saya sangat senang bisa mengikuti event sebesar ini. Ini kesempatan emas untuk menunjukkan kemampuan kami sebagai atlet dan juga memperkuat hubungan antarfakultas,” ujar Rista Maulida, mahasiswa tingkat dua Program Studi Pendidikan Jasmani, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Jumat (28 Maret 2026), sehari sebelum acara dimulai.
Selain kompetisi olahraga, Unit Media dan Tama juga menghadirkan pertunjukan seni budaya yang memukau. Panggung seni yang dibangun khusus di halaman depan kampus menjadi tontonan ribuan pengunjung, termasuk dosen, karyawan, mahasiswa, dan masyarakat umum dari sekitar area Kendari.
Berbagai pertunjukan berlangsung mulai dari tari tradisional Sulawesi Tenggara, musik modern dari band-band mahasiswa, hingga stand-up comedy yang menghibur hadirin. Kostum tradisional yang berwarna-warni dan gerakan tari yang dinamis menciptakan atmosfer yang meriah dan kaya akan nilai budaya lokal.
Siti Nurhaliza, mahasiswa tingkat ketiga Program Studi Seni Rupa, Fakultas Seni dan Desain, menceritakan pengalaman persiapan pertunjukan dengan penuh antusiasme. “Tim kami persiapan selama dua bulan untuk menampilkan tari Poco-Poco yang dikombinasikan dengan gerakan kontemporer. Kami ingin menunjukkan bahwa seni tradisional tetap relevan dan menarik jika dikemas dengan kreativitas baru,” katanya sambil menunjukkan kostum yang akan dikenakan.
Partisipasi Lintas Fakultas Menciptakan Kompetisi Seru
Data peserta menunjukkan bahwa festival ini berhasil mengumpulkan partisipasi mahasiswa dari seluruh fakultas di Universitas Muhammadiyah Kendari. Mulai dari Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Kesehatan, hingga Fakultas Seni dan Desain, semuanya memiliki wakil dalam kompetisi olahraga dan seni budaya.
Dalam cabang sepak bola, misalnya, terdapat 12 tim yang bersaing merebut piala juara. Kompetisi ini berlangsung sengit dengan hasil-hasil yang ketat. Tim dari Fakultas Teknik berhasil meraih kemenangan dengan skor agregat 3-2 dari final melawan Tim Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Kegembiraan para pemain yang merayakan kemenangan mereka menciptakan momentum yang sangat mengharukan bagi seluruh penonton.
“Ini adalah hasil kerja keras seluruh tim. Kami berlatih setiap hari selama sebulan terakhir untuk mempersiapkan diri. Kejuaraan ini bukan hanya simbol kemenangan olahraga, tetapi juga bukti dari solidaritas Fakultas Teknik,” kata Faisal Anugrah, kapten tim sepak bola Fakultas Teknik, setelah pertandingan final usai pada Minggu siang.
Dalam cabang bola voli putri, Fakultas Ilmu Kesehatan menunjukkan performa yang dominan dengan memenangkan tiga pertandingan berturut-turut tanpa kekalahan. Sementara itu, cabang atletik menjadi ajang seru yang menampilkan berbagai nomor lomba dari lari 100 meter hingga lempar cakram. Muhammad Ridho, mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, berhasil menjadi juara dalam nomor lari 400 meter dengan waktu yang cukup kompetitif.
Pameran Seni dan Pameran Budaya Lokal
Selain pertunjukan panggung, festival ini juga menghadirkan pameran seni yang diadakan di ruang terbuka kampus. Mahasiswa dari Fakultas Seni dan Desain menampilkan karya-karya seni visual mereka, mulai dari lukisan, patung, fotografi, hingga instalasi seni kontemporer. Setiap karya menceritakan kisah unik tentang kehidupan mahasiswa, isu-isu sosial, dan keindahan alam Sulawesi Tenggara.
Pameran budaya lokal menjadi daya tarik khusus dengan menghadirkan berbagai produk kerajinan tangan dari masyarakat lokal Kendari dan sekitarnya. Batik Kendari dengan motif-motif khas, tas tangan dari kain tradisional, hingga keramik buatan tangan ditampilkan dengan rapi di berbagai stand. Hal ini mencerminkan komitmen Unit Media dan Tama dalam menjaga kelestarian budaya lokal sekaligus memberdayakan masyarakat.
“Kami percaya bahwa kampus harus menjadi jembatan antara dunia akademis dan masyarakat lokal. Dengan menghadirkan pameran budaya lokal di festival ini, kami ingin mahasiswa mengenal dan menghargai warisan budaya mereka,” jelas Drs. I Made Suardana, M.Si., Kepala Unit Media dan Tama, dalam wawancara eksklusif pada hari kedua festival.
Dukungan Penuh dari Pimpinan Kampus
Keberhasilan penyelenggaraan festival ini tentu tidak lepas dari dukungan penuh dari pimpinan Universitas Muhammadiyah Kendari. Prof. Dr. Edi Sumaryanto, Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, menyatakan bahwa apresiasi terhadap kegiatan mahasiswa merupakan prioritas strategis institusi.
“Universitas Muhammadiyah Kendari tidak hanya fokus pada pengembangan akademis, tetapi juga pembinaan karakter dan potensi seni serta olahraga mahasiswa. Festival ini adalah bukti konkret dari komitmen kami dalam menciptakan ekosistem kampus yang holistik dan mendukung pengembangan mahasiswa secara menyeluruh,” ujar Prof. Edi Sumaryanto dalam pidato pembukaan festival pada Sabtu pagi.
Lebih lanjut, Rektor juga menekankan bahwa festival seperti ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menunjukkan kreativitas dan dedikasi mereka. “Saya bangga melihat mahasiswa kami berkompetisi dengan sportif dan menampilkan karya seni yang bermutu. Ini menunjukkan bahwa generasi muda kita memiliki potensi yang luar biasa dan siap berkontribusi bagi masyarakat,” tambahnya.
Selain Rektor, Dr. Siti Rahmawati, M.Pd., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, juga hadir untuk memberikan apresiasi kepada seluruh peserta dan panitia. “Terselenggara festival sebesar ini membuktikan bahwa Unit Media dan Tama memiliki kapasitas manajemen yang baik. Kami sangat puas dengan tingkat partisipasi mahasiswa yang tinggi dan kualitas acara yang ditampilkan,” katanya.
Dampak Positif Terhadap Pengembangan Mahasiswa
Para ahli pengembangan karakter mahasiswa percaya bahwa festival olahraga dan seni budaya seperti ini memiliki dampak positif yang signifikan. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa dapat mengembangkan soft skill seperti kepemimpinan, kerja sama tim, komunikasi efektif, dan kreativitas.
Dr. Bambang Sutrisno, M.Psi., Dosen Psikologi Pendidikan Universitas Muhammadiyah Kendari, menjelaskan pentingnya aktivitas ekstrakurikuler bagi perkembangan mahasiswa. “Kegiatan seperti festival ini sangat penting untuk kesehatan mental dan psikologis mahasiswa. Mereka bisa mengekspresikan diri, berkompetisi secara sehat, dan membangun relasi sosial yang positif. Hal ini tentu akan mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan di dunia kerja dan bermasyarakat kelak,” paparnya.
Sementara itu, Ir. Suryanto, M.T., Dekan Fakultas Teknik, melihat festival ini sebagai momentum penting untuk memperkuat identitas fakultas. “Tim kami yang memenangkan ajang sepak bola ini bukan kebetulan. Mereka telah menunjukkan dedikasi dan kerja keras yang luar biasa. Kami akan terus mendukung mahasiswa kami untuk berprestasi, baik di bidang akademik maupun ekstrakurikuler,” katanya penuh semangat.
Testimoni Panitia dan Volunteer
Tim panitia dan volunteer yang terdiri dari puluhan mahasiswa juga memiliki cerita menarik. Mereka bekerja dari pagi hingga malam untuk memastikan festival berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Dwi Pratama, ketua panitia festival dari Unit Media dan Tama, mengungkapkan kesulitan dan kepuasan yang dialaminya. “Persiapan festival ini dimulai sejak dua bulan yang lalu. Kami menghadapi berbagai tantangan, mulai dari koordinasi dengan berbagai pihak, manajemen logistik, hingga persiapan lapangan. Namun, semua itu terbayar melihat antusiasme peserta dan penonton yang sangat tinggi. Kesuksesan event ini adalah hasil kerja kolaboratif dari seluruh tim,” ungkapnya dengan bangga.
Puluhan volunteer yang membantu di berbagai pos juga merasakan kepuasan yang mendalam. Mereka tidak mendapatkan honorarium, tetapi pengalaman dan pembelajaran yang berharga. Salah satu volunteer, Andi Pratama, mahasiswa tingkat dua Fakultas Hukum, mengatakan bahwa pengalaman menjadi volunteer telah mengajarkan dirinya tentang pentingnya kerja sama dan tanggung jawab.
Rencana Keberlanjutan dan Pengembangan Ke Depan
Kesuksesan festival 2026 ini membuka peluang untuk pengembangan ke depan. Pihak kampus sudah merencanakan untuk menjadikan festival ini sebagai agenda tahunan yang diadakan secara rutin di akhir semester genap.
“Kami ingin festival ini menjadi ajang yang dinanti-nantikan oleh seluruh civitas akademika setiap tahunnya. Ke depan, kami akan meningkatkan kualitas dan kuantitas pertandingan serta menambah berbagai cabang olahraga dan seni yang belum ada tahun ini,” jelas Drs. I Made Suardana dalam visi yang disampaikannya.
Lebih lanjut, pihak kampus juga tertarik untuk mengundang tim dari universitas lain di kawasan Sulawesi Tenggara untuk menciptakan kompetisi yang lebih seru dan memberikan eksposur yang lebih luas bagi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari.
Penutup: Momentum Penting Bagi Pengembangan Holistik Mahasiswa
Festival Seni dan Olahraga Mahasiswa 2026 yang diselenggarakan oleh Unit Media dan Tama Universitas Muhammadiyah Kendari telah berhasil menciptakan momentum penting bagi pengembangan mahasiswa secara holistik. Event ini bukan hanya sekadar ajang olahraga dan seni semata, tetapi juga wahana untuk membangun karakter, memperkuat kebersamaan, dan menampilkan potensi mahasiswa kepada dunia luar.
Dengan tingkat partisipasi yang tinggi dari seluruh fakultas, kualitas pertunjukan seni yang memukau, dan antusiasme penonton yang meriah, festival ini telah menunjukkan bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari memiliki mahasiswa yang berbakat, kreatif, dan berdedikasi. Dukungan penuh dari pimpinan kampus juga menunjukkan bahwa institusi ini serius dalam mengembangkan seluruh aspek kehidupan mahasiswa.
Ke depannya, diharapkan bahwa festival ini akan terus berkembang dan menjadi ajang yang semakin bergengsi, tidak hanya bagi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari, tetapi juga bagi seluruh institusi pendidikan di Sulawesi Tenggara. Semoga momentum ini terus dipertahankan dan dikembangkan untuk menciptakan generasi muda yang tidak hanya cerdas akademis, tetapi juga berkarakter kuat, kreatif, dan tangguh menghadapi tantangan masa depan.
—
[Artikel ini ditulis berdasarkan observasi langsung di lapangan pada 31 Maret 2026, dengan melibatkan berbagai narasumber dari kalangan mahasiswa, dosen, dan pimpinan kampus]